WXR WP?

Saya coba impor isi blog saya di WP melalui fasilitas impor. Tapi saya kurang paham dengan penggunaan WXR. Saya minta bantuan Uncle Go memang dapat solusi, tapi tetap saja saya belum paham :p

Ya nanti saya pelajarin lagi.

Saya DagDigDug.com

Dari beberapa minggu yang lalu, saya berencana untuk membuat satu blog lagi asuhan Mas Enda. Tentang pemilihan username itu sendiri membuat saya dagdigdug. Kebetulan saya juga punya satu blog lain di WP. Kalau ditanya blog ini buat apa, wah… saya belum ada kepikiran untuk spesialis apa. Hanya saya kagum untuk kemudahan navigasi lewat blog ini :)

Kulihat dan Kuraba

Gelegar sang petir membangunkan tidur lelapku

Kulihat dan kuraba

Ada sesuatu genangan yang mengusik tidurku

Apakah itu?

..

.

Kasurku basah tau!! :D

Huah… subuh-subuh sekitar jam 3.30 hujan sudah mulai turun. Deras dan kilatan petir. Saya langsung mencomot beberapa lap lantai buat menahan rembesan air. Setelah itu menggeser kasur tidur saya ke samping supaya tidak terkena rembesan air. Alhasil, jam 4 pagi saya sudah tidak bisa tidur lagi dan palingan habisin waktu buat baca Concept.

Jam 7 pagi ternyata hujan belum reda, saya mau tidak mau harus ke kampus. Puji Tuhan ternyata ada tukang ojek langganan. Sepanjang si abang cerita kalau rumahnya kebanjiran dan ijazah sekolah dia terendam air. Belum lagi atap rumah dia terbuat dari seng. Saya sempat berdoa agar hujannya cepat reda, karena kasihan bagi mereka yang tinggalnya cuman beratap seng atau mereka tinggal di kolong (tidak punya rumah).

Di kampus saya juga kena banjir hingga buat macet. Hiat….. salah siapa? apa karena bangunan tinggi? apa karena kontraktornya tidak memperhatikan AMDAL?

Adam and Eve part 4

Pentingkah sebuah honeyMOON a.k.a. bulan madu?

PENTING BANGET TAU!!!

IYA PENTING!!

Kenapa?

Mungkin beruntung untuk pasangan yang cuma suaminya yang bekerja sedangkan istrinya tidak. Tapi kalau yang bekerja itu suami dan istri? Beberapa teman saya bercerita tentang keinginan mereka have a baby. Namun, keinginan mereka itu tertunda karena pasutri (pasangan suami-istri) sama-sama sibuk. Pagi pergi kantor, pulang juga sudah malam. Sukur-sukur bisa “ehem” tapi apa bisa maksimal? Belum lagi kalau kerjaan kantor dibawa pulang.

 

eNbE : kalian bisa browse karena banyak artikel tentang menyiasati “honeyMoon” ini :p

 

 

Saya pribadi kalau seandainya punya uang (faktor penting) bisa rencanain buat keluar kota/negeri. Tujuannya? ya supaya bisa jauh-jauh dari rutinitas biasanya, ketemu sama orang-orang baru. Sehingga bukan aktivitasnya saja yang didapet, tapi setidaknya menimbulkan suatu momentum. (halah.. ngomong seolah-olah saya mau nikah saja.. haha..)

Adam and Eve part 3

Terinspirasi novel Coklat dan Stroberi.

Lingkungan mempengaruhi sikap, sifat, dan cara pandang kita pribadi. Lingkungan juga dapat menjatuhkan image seseorang menjadi lebih baik atau lebih buruk. Saat pria itu memiliki sifat “stroberi” ada suatu teriakan dalam dirinya: Gw gak mau jadi stroberi! Gw bukan stroberi! tapi apa daya can’t do anything, except being nobody to somebody.

Fakta dan realitas, ada juga wanita yang condong ke “coklat”. Why? banyak faktor yang mempengaruhi, kecuali faktor wajah.. hehe.. (istilah nih selalu jadi trademark di kantor).

Adam and Eve part 2

Selalu jadi perdebatan antara siapa yang paling setia? pria atau wanita? Alasannya kenapa?

Pria selalu menganggap dirinya sebagai makhluk yang paling setia (secara saya pria :p). Kenapa? ya karena menyalahkan wanita sebagai makhluk “penggoda”. Sebaliknya, wanita juga menganggap dirinya yang paling setia. Kenapa? karena wanita merasa mereka telah memberikan semuanya tapi pria langsung habis manis sepat ditelan dibuang.

Namun, di balik semua kontroversi itu, coba tanya sama kalian? mana neh?

Take or Leave?

Kita hidup seperti menunggu di halte bus. Saat bus tujuan kita, maka kita akan naik. Tapi kalau bus itu belum datang ya kita harus belajar bersabar untuk menunggu. Take or Leave?

Siang tadi saya berencana untuk beli makan siang di samping Bimbel Matriks, biasanya saya beli di warung Tambi (pemiliknya keturunan Arab). Ternyata dari dalam warung itu Mbak Sophie sudah senyum sama saya. Akhirnya saya putuskan untuk makan bareng Mbak Sophie.

Ceritapun dimulai, Mbak Sophie tanya apa bisa ambil cuti 3 bulan? Saya bilang harusnya bisa dan surat cutinya harus dimasukin ke HRD. Saya tidak bertanya alasan dia cuti, mungkin, beberapa hari yang lalu dia bercerita ingin punya anak.

Ya beginilah kalau sudah masuk dunia kerja, biaya buat sosialisasi itu mahal. Apalagi profesi kita sebagai tenaga pengajar dan punya jadwal yang padat dari hari ke hari. Semoga tidak terlintas di pikiran Anda kalau fee yang kita terima itu gede. Huah… dun judge book by its cover :) Kemudian Mbak Sophie bilang bahwa apa kamu merasa “aneh” di sini (kantor)? Saya balik tanya yang lebih spesifik, maksudnya apa karena lingkungannya? kurang kekeluargaan?

Ya.

Saya tarik nafas sejenak dan mulai menyusun kata-kata. Saya mengatakan bahwa ini hanya fase, fase di mana ada saat kita berkumpul dan fase saat kita harus bertugas. Kalau saya pribadi, waktu saya yang kosong dan saya bisa luangkan sama para pengajar lain ya setelah saya selesai mengajar jam 5 sore. Terkadang waktu jam 5 sore saja mereka punya jadwal yang lain, pernah hanya saya sendirian di ruangan instruktur.

Apa hikmah di balik ini? Saya tetap belajar bersyukur. Atas apa? pertama, bisa ngobrol bareng sama Mbak Sophie karena kita jarang ketemu. Kedua, saya belajar mencintai profesi saya.

Gambar boleh diunduh dari google.

Kurus ya?

Selesai mengajar di kelas GSA17D saya naik ke lantai 4 untuk isi peluru spidol dan rehat sejenak. Waktu mau naik tangga, mantan siswa saya, Marta - GSO16C ngomong kalau saya rada kurus dari bulan kemarin. *Cheers.. saya membalasnya dengan tersenyum. Bukan kecewa karena saya kurus tapi say thank you. Saya masih diperhatiin sama siswa saya. Sepertinya memang berat badan saya agak turun dari bulan lalu, mungkin karena sudah disibukin sama kegiatan di kampus.

Just a Potrait

Minggu siang (13/04/08) mama punya urusan dan saya ikut saja. Letaknya di daerah Kedamaian Lr Karunia Abadi. Perjalanan ke daerah ini cukup masuk pedalaman dan letak perkampungan ini harus ditutupin sama bangunan-bangunan besar. Menurut saya, kehidupan sehari-hari mereka dengan bercocok tanam daun ubi, pisang, dan ternak. Keberadaan mereka mungkin belum terjangkau terlebih tanah yang mereka punya masih sangat luas dan mereka cukup ramah dengan kami.

Saya menyempatkan diri untuk memotret aktivitas anak-anak kecil yang sedang bermain. Puji Tuhan ada pelajaran yang dapat saya ambil dari mereka (anak-anak kecil). Lihat saja dari pakaian 6 orang anak kecil itu semua compang camping dan bahkan ada yang koyak/bolong. Tapi mereka tetap ceria untuk saling berkumpul main gundu (kelereng). Yang membuat saya salut, waktu saya ingin memotret mereka langsung pasang aksi (tanpa malu lagi). So what? mereka juga manusia seperti kita. Bercermin dengan diri kita, saya menyadari kalau kehidupan saya sehari-hari mungkin jauh lebih beruntung dari mereka. Tapi ada beberapa scene yang membuat saya kehilangan di mana saya tidak dapat bebas.

Lihat saja anak kecil yang pakaiannya bolong. Namanya Kevin dan dia sama saya malu banget. hehe.. padahal saya coba berkenalan dan dia terus tersenyum dan terus dekat sama kakak perempuannya atau kakak laki-lakinya. Tidak ada perasaan menyesal terlahir di keluarga mereka. Tidak ada perasaan sedih melihat situasi mereka. Tertawa lepas dan sukacita.

Tuhan, aku menyadari bahwa di dunia ini aku tidak dapat memiliki apa yang aku inginkan. Namun Tuhan aku belajar untuk mengucap syukur atas apa yang telah aku miliki. Terimakasih atas kesehatan dan rejeki yang Engkau berikan. Ajarin kami untuk selalu bersyukur dan bersyukur memuji namaMu Yesus. Amin.

Menjelang Malam 2

Kali ini kru Menjelang Malam 2 (cie… ) lagi di daerah Dempo habis makan di pempek Lenny. Kebetulan acaranya mau pulang ke rumah. Sore itu awannya cukup bagus dan viewnya keren banget!

(sampai session berapa ya nih? :D)